Tuhan dan Tahun Baru
![]() |
| Ilustrasi |
Di alam terbuka beratap langit tua,
seorang pemuda duduk merenungi jalan hidupnya. Ia memandang gelap jalan
itu. Seharusnya ia butuh pelita. Mengulang kembali cerita lama seolah membuatnya hilang rasa syukur, merenungkan cerita baru membuatnya jatuh menjadi kufur.
Ketika himpitan hati yg dikepung dilema itu terjadi, tiba-tiba saja
diri yg bodoh itu malah disibukkan dgn gelagat & pilihan org lain.
Secercik ilmu yg berada dalam sanubarinya telah membuat hatinya sejenak
merasa menjadi Tuhan Yang Maha Esa. Tidak terasa waktu untuk
mengurus org lain sudah 2 x lebih banyak ketimbang mengurus diri
sendiri. Ia begitu bersemangat menularkan sedikit pengetahuan kepada
orang, namun membuat kabur pikiran & merusak hati. Sujudnya
terpaku pada jadwal. Di luar jadwal seenaknya saja sujud itu diangkat.
Ia dangkal & gagal dalam memahami petunjuk & tuntunan teladan
Nabi.
Tetapi cahaya petunjuk tetap tak pernah lelah datang menemuinya. Meski hanya muncul bagai kilat. Setelah terang gelap lagi, setelah terang, gelap lagi. Itu bukti kasih sayang Tuhan masih ada padanya yg awalnya berangkat mencari ridha Tuhan setelah dikecewakan oleh dunia. Mudah-mudahan di tahun baru ini, ia mulai mencari cahaya abadi. Yg tdk redup dalam berbagai situasi, yg semakin banyak ketika dibagi.Mulailah mengingat "Aku" dgn "Aku" & untuk "Aku".#Andri_Adriandzah
Tetapi cahaya petunjuk tetap tak pernah lelah datang menemuinya. Meski hanya muncul bagai kilat. Setelah terang gelap lagi, setelah terang, gelap lagi. Itu bukti kasih sayang Tuhan masih ada padanya yg awalnya berangkat mencari ridha Tuhan setelah dikecewakan oleh dunia. Mudah-mudahan di tahun baru ini, ia mulai mencari cahaya abadi. Yg tdk redup dalam berbagai situasi, yg semakin banyak ketika dibagi.Mulailah mengingat "Aku" dgn "Aku" & untuk "Aku".#Andri_Adriandzah

0 komentar:
Posting Komentar