Kamis, 21 Februari 2019

Jurnalistik (bagian 8), Teknik Menulis Berita


Dalam penulisan berita maupun feature agar tercipta berita yang lengkap haruslah memenuhi unsur- unsur pokok berita, yang dikenal dengan 5W+1H:
- What    =  apa yang terjadi
- Where  =  dimana hal itu terjadi
- When    =  kapan peristiwa itu terjadi
- Who      =  siapa yang terlibat dalam kejadian itu
- Why      = kenapa hal itu terjadi
- How       = bagaimana peristiwa itu terjadi

Setelah mengetahui unsur-unsur tersebut, anda kini harus mengetahui tentang struktur berita yang terdiri dari :

A. STRUKTUR BERITA
1.JUDUL BERITA/KEPALA BERITA(head news)

JUDUL berita (News Title, Headline) adalah bagian terpenting sebuah berita karena bagian terpenting, maka bagian ini pula yang tersulit dalam  proses penulisan berita. Headline (judul berita) berisi kata-kata penting yang menyampaikan subjek berita dan menggambarkan isi berita.

a.  Karakteristik Judul Berita
-   Judul berita adalah kalimat abstrak
-   Biasanya hanya terdiri dari 5-10 kata
-   Berupa pemikiran/gagasan lengkap
-   Terdiri dari Subjek dan Kata Kerja (Predikat) dan sering juga dilengkapi Objek

b.  Tujuan Judul Berita: Menarik Perhatian Pembaca
Saat membuat judul, tanyalah diri sendiri: "Jika pembaca melihat 5-10 kata yang saya tuliskan, apakah mereka akan tahu ini berita tentang apa?"

Aturan TerpentingJudul harus benar-benar akurat dan mencerminkan isi berita.  Akurasi adalah segalanya. Jangan menipu pembaca dengan judul yang berbeda dengan isi berita

c.   Yang Harus Dilakukan sebelum Membuat Judul
  • Pahami berita secara menyeluruh sebelum menuliskan judulnya.
    Buatlah judul berdasarkan "main idea" (inti berita) yang mestinya ada di alinea pertama, awal naskah, atau bagian introduksi (lead/teras). 
  • Jangan gunakan dalam judul fakta-fakta yang tidak ada di naskah berita. (Judul harus mencerminkan isi).
  • Jangan mengulang kata yang sama dalam judul.
  • Jika beritanya berupa berita opini, maka judulnya pun harus sudah mencerminkan hal itu.
  • Hindari ambiguitas, makna ganda, menimbulkan tafsiran beragam, dan bernada menuduh.
  • Harus Mencerminkan Isi, Judul berita harus mencerminkan isi berita. Orang begitu membaca judul sudah memperkirakan isi yang bakal dimaktub dalam berita itu.
  • Perhatikan Penggunaan Nama, Judul yang berisikan nama seseorang sebaiknya hanya digunakan pada tokoh yang dikenal luas di kalangan masyarakat. Wartawan yakin pembaca mengenal nama itu dan tidak menimbulkan bias pada nama lain. Ini sesuai dengan jargon berita bahwa nama besar membuat berita.
  • Perhatikan Judul Pertanyaan, Wartawan diingat untuk hati-hati menggunakan judul pertanyaan, karena tidak setiap berita bisa menggunakan judul jenis ini. Namun judul pertanyaan efektif menggoda pembaca ketika wartawan menulis peristiwa atau kasus krusial yang menyita perhatian masyarakat semisal pengusutan korupsi. Kondisi tertentu mendorong wartawan menggunakan judul ini. Misalnya, wartawan memproleh fakta-fakta yang valid tentang peristiwa atau kasus tertentu, tetapi pejabat berwenang atau orang-orang yang terlibat di dalamnya tidak mau memberikan konfirmasi. Selain itu, judul pertanyaan lebih sering digunakan pada laporan investigasi.
  • Perhatikan Judul Kutipan, Hampir sama dengan judul pertanyaan, judul kutipan juga harus hati-hati digunakan. Ada persyaratan dalam berita itu jika ingin menggunakan judul kutipan, antara lain isi dari kutipan itu sangat kuat secara kemanusiaan atau akan memunculkan persepsi yang krusial.
d.     Pilihan Kata Saat Membuat Judul
  • Spesifik, akurat, jelas, dan ringkas
  • Jangan mengulang kata kunci (keywords) di judul yang sama.
  • Hindari nama, frasa, dan singkatan yang samar atau tidak diketahui.
  • Hindari judul yang bernada menyerang, mengecam, atau mempersalahkan.
  • Tidak ada judul yang dimulai dengan kata kerja.
  • Judul berupa kalimatnya lengkap--minimal Subjek dan Predikat

2.    DATELINE 

Dateline,  ialah teks berisi keterangan singkat dalam suatu artikel berita. Isinya mencantumkan soal di mana dan kapan berita/cerita itu terjadi, ditulis, atau dilaporkan, meski untuk tanggalnya sendiri sering tidak dituliskan. Jika artikelnya diterbitkan ulang dari jejaring sindikat berita, organisasi penyalur juga dicantumkan (meski yang pertama kali merilis tidak perlu ditampilkan). Secara tradisional, dateline ditempatkan di baris pertama teks artikel, sebelum kalimat pertama. Nama tempat ditulis pertama kali, biasanya dimulai dengan namakota di mana pewarta menulis atau menyampaikan laporannya. Nama kota ini biasanya dicetak dalam huruf kapital, meski ini juga bisa beragam antar satu media dengan lainnya. Selanjutnya diikuti oleh nama regional dan/atau nama negara dari kota tersebut, tapi bisa saja tidak dicantumkan jika nama kotanya sudah luas dikenal baik itu karena kedudukan politis atau luas areanya (misalnya ibukota negara). Setelah itu, disusul dengan tanggal berita, diikuti tanda baca strip dalam apitan spasi kosong ( - ), baru setelah itu dituliskan isi artikelnya itu sendiri.

Contoh:
Sebuah dateline surat kabar umumnya terbaca sebagai berikut : BANDUNG, Indonesia, 5 Juni - Program #ReboNyunda yang dicanangkan ...

Berita yang sama jika misalnya diambil dari layanan Associated Press (AP) maka akan tampil sebagai berikut Sebuah dateline surat kabar umumnya terbaca sebagai berikut :

BANDUNG, Indonesia, 5 Juni - Program #ReboNyunda yang dicanangkan ...


3.  TERAS BERITA

Teras berita adalah bagian berita yang terletak dialinea atau paragraf  pertama  sampai kedua, lead yang bagus tidak lebih dari 30 sampai 35 kata  atau tigabarisan ketikan. Usahakan lead yang “bicara”, Teras Berita yang ideal adalah yang menggandung unsur 5W + 1 H. Unsur 5 W + 1 H yang dimaksud adalah What (Apa), Who (Siapa), Why (Kenapa), When (Kapan), Where (Dimana) dan How (Bagaimana). Namun tidak ada urutan rumus yang pasti dalam menempatkan mana yang harus lebih dulu ditulis.

Dalam memudahkan seorang wartawan untuk membuat teras berita, Melvin Mincher  merumuskan apa yang harus dilakukan wartawan dalam membuat sebuah lead.

Pertama seorang wartawan haruslah menanyakan kepada dirinya sendiri tentang fakta-dakta yang ditemukan di lapangan. Pertanyaan yang harus ditanyakan adalah:
  • Apa yang unik, atau paling penting atau tidak biasa dari sebuah kejadian?Siapa yang terlibat – siapa yang melakukan atau siapa yang memberikan penjelasan?
Setelah berhasil menjawab dua pertanyaan diatas maka seorang wartawan harus menjawab pertanyaan untuk membentuk sebuah lead:
  •  Lead jenis apa yang lebih tepat dipakai
  • Gaya bahasa seperti apa yang akan dipakai di dalam lead
  • Apa yang lebih membuat pembaca tertarik untuk ditempatkan diawal.

Untuk memudahkan dalam menulis maka lead diklasifikasikan menjadi beberapa jenis:

  • Summary Lead, jenis ini cukup berisi ringkasan singkat tentang inti yang terjadi dalam sebuah kejadian. Lead jenis ini yang biasa dipakai untuk berita singkat seperti straight news ataupun flash news. Lead jenis ini menyajikan unsur 5W + 1 H didalamnya secara singkat.
  • Comprehensive lead, jenis ini menggambarkan secara keseluruhan gambaran dari sebuah kejadian. Lead jenis ini biasa juga disebut roundup lead. Lead jenis ini menekankan unsur “kapan” dalam pembukaan yang menjadi esensi berita yang diikuti oleh fakta-fakta lainnya.
  • Accident lead, jenis ini adalah kombinasi dari summary lead dan  comprehensive lead. Yang menjadi ciri khas darilead jenis ini karena lead ini lebih menekankan pada unsur “siapa” pada penulisannya.
  • Punch lead, jenis ini dimulai dengan menuliskan fakta terbesar, dan terpenting dalam berita. Jenis ini disebut punch lead karena “guncangan” akan dirasakan pembaca pada baris kalimat dan akan terus membaca berita tersebut.
  • Crusade lead, jenis ini digunakan untuk mengkampanyekan atau menjelaskan suatu kejadian yang tidak pasti.
  • Astonisher lead, jenis ini ditunjukan untuk membuat pembaca tercengang sehingga akan timbul rasa penasaran untuk membaca kelanjutan berita tersebut.
  • Explosive lead, jenis ini adalah jenis lead yang biasa digunakan untuk menulis berita yang mengagetkan para pembaca.
  • You-and-I lead, jenis ini biasa digunakan untuk berita yang membutuhkan kedekatan antara berita dengan pembaca. Hal ini agar pembaca merasa lebih dekat secara emosional dan menarik untuk membaca berita tersebut.
  • Suspended-Interest lead, jenis ini menggunakan fakta tambahan diawal dan memindahkan fakta utama di belakang lead.
  • Question lead, jenis ini menggunakan pertanyaan untuk memulai bertia yang akan disampaikan.
  • Quote lead, jenis ini menggunakan kutipan dari perkataan narasumber sebagai awalan berita yang akan disampaikan.
  • Dependent lead, jenis ini digunakan untuk memberi tekanan pada sebab-akibat dari sebuah kejadian. Biasanya leadjenis ini menggunakan kata hubung pada awal kalimat.
  • Than-and-Now lead, jenis ini biasa digunakan untuk menambah kesan dramatis pada sebuah berita dengan menggambarkan dulu dan sekarang.
  • Here-and-There lead, Jenis ini biasa digunakan untuk membandingkan satu tempat dengan tempat lainnya.
  • Epigram lead, jenis ini menggunakan sajak atau ungkapan pendek untuk mengawali lead. Ungkapan tersebut bisa berarti baik ataupun sebaliknya.

4.  TUBUH BERITA

Body atau tubuh berita berisi peristiwa yang dilaporkan dengan bahasa yang singkat padat, dan jelas. Dengan demikian, body merupakan perkembangan berita.

Selain unsur tersebut, dalam berita harus terdapat unsur-unsur 5W + 1 H, yakni :
1.   What : Apa yang terjadi di dalam suatu peristiwa?
2.   Who   : Siapa yang terlibat di dalamnya ?
3.   Where : Dimana terjadinya peristiwa itu?
4.   When  : Kapan terjadinya?
5.   Why    : Mengapa peristiwa itu terjadi?
6.   How    : Bagaimana terjadinya?

Dalam soal ujian, keenam unsur tersebut tidak harus lengkap. Bagian berita yang dikembangkan biasanya berupa tubuh berita (Body).

Tubuh berita dapat disusun dengan susunan piramida terbalik, dengan susunan kronologis, maupun dengan susunan di mana informasi penting diletakkan di belakang.

Selain teknik penyusunan tubuh berita, membuat berita yang baik juga dapat dilaksanakan dengan memperhatikan kesatuan tubuh berita. Hal ini dapat dilakukan dengan cara mengulangi kata-kata kunci; memakai kata maupun frase transisi yang tepat serta menyusun struktur berita dengan benar dan mengalir.
Di samping itu kekuatan tubuh berita dapat pula dibangun dengan menyertakan kutipan, baik langsung maupun tidak langsung, dari sumber berita; menyertakan nama/jabatan sumber berita (attribution); memberi identifikasi yang jelas tentang siapa sumber berita serta menyertakan latar belakang berita.


5. PENUTUP

a.    Penutup Feature
Jika badan berita sudah selesai, tinggallah membuat penutupnya. Dalam berita, tidak ada penutup. Untuk feature, setidak-tidaknya ada empat jenis penutup.

b.    Penutup Ringkasan:
Sifatnya merangkum kembali cerita-cerita yang lepas untuk mengacu kembali ke intro awal atau lead.

c.    Penutup Penyengat:
Membuat pembaca kaget karena sama sekali tak diduga-duga. Seperti kisah detektif saja. Misalnya, menulis feature tentang bandit yang berhasil ditangkap setelah melawan. Kisah sudah panjang dan seru, pujian untuk petugas sudah datang, dan bandit itu pun sudah menghuni sel. Namun, penutup feature adalah: Esok harinya, bandit itu telah kabur kembali. Penutup ini disimpan sejak tadi.

d.    Penutup Klimaks:
Ini penutup biasa karena cerita yang disusun tadi sudah kronologis. Jadi, penyelesaiannya jelas. Di masa lalu, ada kegemaran menulis penutup yang singkat dengan satu kata saja: Semoga. Sekarang, hal seperti ini menjadi tertawaan. Ini sebuah bukti bahwa setiap masa ada kekhasannya.

e.    Penutup Tanpa Penyelesaian:
Cerita berakhir dengan mengambang. Ini bisa merupakan taktik penulis agar pembaca merenung dan mengambil kesimpulan sendiri, tetapi bisa pula masalah yang ditulis memang menggantung, masih ada kelanjutan, tetapi tidak pasti kapan.
B. BENTUK DAN JENIS SUSUNAN BERITA
Bentuk susunan berita :

1.      Bentuk Piramida terbalik; dalam penulisan berita dimulai atau diawali dari berita yang dianggap paling penting, setelah itu diikuti hal- hal yang kurang penting. Bentuk ini sering dipakai untuk menulis berita- berita langsung (straight news). Bagian paling penting dituangkan dalam lead atau alinea pertama berita

2.      Bentuk Piramida tegak; penulisan berita diawali dari hal- hal yang kurang penting, kemudian diikuti kehal- hal yang makin lama makin penting.

3. Bentuk Pararel; penulisan berita ini antara alinea- alinea awal, pertengahan hingga akhir dianggap memiliki bobot yang tidak jauh berbeda.

4. Bentuk Kronologis; penulisan bentuk ini memaparkan data- data atau informasi secara berurutan. Antara alinea awal, pertengahan sampai akhir berita merupakan proses waktu atau peristiwa yang sulit untuk dipisahkan.

Dalam jurnalistik ada tiga macam tulisan yang biasanya dipakai media massa yaitu :

1.Straight News : berita langsung, apa adanya, ditulis secara singkat dan lugas dan padat akan unsur 5W+1H pada lead dan menggunakan piramida terbalik.

2.Feature : berita yang disajikan dalam bentuk yang ringan yang rekreatif, santai bahkan humanitif. Tulisan ini dimaksudkan untuk membuat senang atau menggugah simpatik pembaca dari suatu kejadian yang menyangkut aspek kehidupan. Feature merupakan karangan khas dengan menggunakan fakta, data yang dituangkan dalam tulisan berbentuk kisah. Menulis feature menggunakan bahasa bertutur, menceritakan dan memaparkan suasana mulai dari suasana kejadian, suasana yang sudah terjadi sampai pada suasana hanyut.

3.Laporan : berita yang ditulis secara detail dengan model Investigation News dan biasanya untuk kasus- kasus tidak tercover dalam straight news dan hard news. Keunggulan tulisan ada pada utuhnya persoalan yang ditampilkan, detail data yang disajikan, sudut pandang yang ditawarkan bahkan sisi- sisi yang sebelumnya belum terunggkap. Daya tarik laporan adalah data lengkap, runtut, dan format tulisan enak dibaca karena berdasarkan investigasi yang menyeluruh dan detail dari sang reporter.

C. LANGKAH-LANGKAH PENULISAN
Hal- hal yang harus diperhatikan dalam penulisan berita:

1.     objektif, seorang wartawan harus menjaga jarak dengan peroistiwa yang diangkatnya sebagai berita, dengan demikian seorang wartawan dilarang melibatkan kepentingan pribadi dan pandangan subyektif atas peristiwa. Namun tulisan harus faktual atau dituliskan berdasarkan fakta dan data yang benar- benar ditemukan dilapangan.

2.    Cover both side, tulisan harus seimbang dan berusaha mencantumkan semua pihak yang terlibat dalam peristiwa. Prinsip hemat kata, prinsip dasar komunikasi menghendaki agar komunikasi berjalan dengan cepat dan jelas, dalam waktu dan ruang yang relatif terbatas, selain itu perhatikan penggunaan bahasa yang hemat dan maksud serta inti dari tulisan bisa dipahami. Hal ini agar berita efisien dan efektif, baik dari pemilihan diksi, membentuk kalimat, penyusunan alinea, hingga membentuk plot seefektif mungkin, yang terpenting dalam penulisan berita adalah pembaca mudah mencerna informasi yang disampaikan.

Berita harus menggandung unsur 5W+1H, artinya dalam berita harus dijelaskan peristiwa apa yang ditulis, siapa saja yang terkait, kapan itu terjadi, dimana terjadinya dan bagaimana rangkaian peristiwa tersebut.
Sebuah berita harus ditulis dalam piramida terbalik . Dalam pola ini maka data yang paling pentingt harus diletakan dialinea- alinea pertama. Dengan demikian semakin atas letak alinea, semakin penting pula data yang dikandungnya, alinea pertama yamg disebut dengan lead merupakan alinea terpenting. Sebab dalam lead inilah termuat angel(sudut bidik), berita dan inti yang dipaparkan.


D. PROSES MENYUSUN BERITA

1.Fact Organizing:
Yaitu pengorganisasian/ pengumpulan fakta oleh wartawan yamg akan menulis berita.Apakah itu hasil interview, kejadian langsung, ataupun menggunakan data- data tertulis yang telah tersedia.

2.Lead Decission
Yaitu penentuan lead untuk teras berita. Ingat, gagal menentukan lead, bisa berarti gagal menulis berita

3.Word Selection
Yaitu pemilihan kata- kata yang cocok, untuk mendukung penulisan berita, usahakan alur yang runtut, jangan melompat- lompat sehingga dapat mengganggu pemahaman pembaca.

4.Start To Write
Ambil mesin ketik atau komputer, kertas, jika perlu referensi pendukung. Konsentrasilah dalam menulis sehingga tidak keliru.

E. TEKNIK 3 M
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kedua, teknik diartikan cara sistematis mengerjakan sesuatu. Dalam pembelajaran, teknik merupakan suatu kiat, suatu siasat, atau penemuan yang digunakan untuk menyelesaikan serta menyempurnakan suatu tujuan langsung.

Teknik 3M merupakan singkatan dari mengamati, meniru, dan menambahi. Seperti kata pakar bahwa di kolong langit ini tidak ada yang baru, teknik 3M ini pun sesungguhnya bukanlah hal yang sangat baru. Penulis terilhami dari apa yang diajarkan Mardjuki ( dalam Harefa, 2002:31), seorang penulis kreatif yang cukup dikenal oleh para wartawan di Yogyakarta di tahun 80-an, kepada calon-calon penulis muda, yaitu dengan 3N-nya (niteni, norokke, nambahi).

Mengamati diartikan sebagai kegiatan melihat dengan cermat dan teliti mengenai sebuah objek. Dalam kaitannya dengan pembelajaran menulis teks berita, siswa mengamati model teks berita yang dimuat dalam surat kabar atau yang disediakan guru. Hasil yang diharapkan dari kegiatan mengamati adalah pembelajar menemukan unsur-unsur berita dan pola-pola penulisan teks berita. Teknik mengamati ini ternyata selaras dengan beberapa pilar dalam Pendekatan Kontekstual, yaitu inkuiri.

Menirukan dalam konteks pembelajaran bukan diartikan sebagai kegiatan “menjiplak”. Hal yang harus ditiru bukan kata per kata, kalimat per kalimat tetapi unsur-unsur yang harus ada dalam teks berita dan pola-pola penulisan teks berita sehingga siswa dapat menulis teks berita dalam berbagai pola dan variasi. Teknik meniru tidak jauh beda dengan konsep pemodelan dan kontruksivisme dalam Pendekatan Kontekstual.

Menambahi merupakan wahana bagi siswa untuk memberikan warna khas terhadap tulisannya sehingga berbeda dengan objek tiruannya. Artinya, bila dalam objek tiruan ada unsur-unsur berita yang belum tertulis, siswa menambahi sehingga menjadi lebih lengkap unsur-unsur beritanya.

Aplikasi Teknik 3M dalam Pembelajaran Menulis Teks Berita. Aplikasi teknik 3M dalam pembelajaran menulis teks berita seperti halnya kegiatan pembelajaran pada umumnya, meliputi kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.

sumber : http://dandysuprobo21.blogspot.com/2016/04/teknik-membuat-berita-penulisan.html

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetuer adipiscing elit, sed diam nonummy nibh euismod tincidunt ut laoreet dolore magna Veniam, quis nostrud exerci tation ullamcorper suscipit lobortis nisl ut aliquip ex ea commodo consequat.

0 komentar:

Posting Komentar

Start Work With Me

Contact Us
JOHN DOE
+123-456-789
Melbourne, Australia